Tagged: Family RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • Redaksi 1:37 am pada 28 December 2009 Permalink | Balas
    Tags: Family   

    Menerima Kesalahan 

    Ketika aku masih anak perempuan kecil, ibu suka membuat sarapan dan makan malam. Dan suatu malam, setelah ibu sudah membuat sarapan, bekerja keras sepanjang hari, malamnya menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah. Saya ingat, saat itu menunggu apa reaksi dari orang-orang di situ! Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah. Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya!

    Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu.Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan: “Sayang, aku suka roti panggang yang gosong.”

    Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong. Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, “Debbie, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun!”

    Apa yang saya pelajari di tahun-tahun berikutnya adalah belajar untuk menerima kesalahan orang lain, dan memilih untuk merayakan perbedaannya – adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi

    -unknown source-

     
    • suwito HP 11:13 am pada 31 Desember 2009 Permalink | Balas

      All the best sympathy to housewives!! ^_^ Kerjaan rumah tangga memang berat banget. Dua hari full bersih2 kamar tidur yang kayak kandang domba, sampai hari ini boyokku masih njarem. Entah karena gak terbiasa beresin kamar sendiri atau karena udah tua. Yang pasti, jadi paham dg betapa capeknya mama dulu, waktu double profesi. Ya kerja cari duit, ya, jadi ibu rmh tangga.

      Sayang, dah terlambat memahaminya. -(

      Hmm…so, the strength of women, especially a mother, is truly magnificent.

  • Redaksi 11:24 am pada 22 December 2009 Permalink | Balas
    Tags: Family   

    Grandpa and Family 

    ‎​Suatu ketika ada seorang kakek yg hrs tinggal dengan anaknya, menantunya dan cucunya yg berusia 6 thn. Tangan org tua ini sangat rapuh dan srg bergerak tak menentu, penglihatnnya buram dan cara berjalannya pun ringkih.
    Keluarga itu biasa makan bersama. Namun si orgtua pikun ini selalu mengacaukan suasana makan. Tangannya yg bergetar dan matanya yg rabun membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bwh. Saat ia meraih gelas susu, segera saja susu tsb tumpah membasahi taplak meja.
    Anak dan menantunya sangat gusar. “Kita hrs melakukn sesuatu,” ujar sang suami. “Aku sdh bosan membereskn segala sesuatu utk Pak Tua ini.”

    Lalu kedua suami istri tersebut membuatkan sebuah meja kayu dan meletakkanya disudut ruangan. Disana sang kakek akan duduk makan sendirian. Karena sering memecahkn piring, mereka memberikn mangkuk kayu untuk sang kakek.

    Sering saat keluarga itu sibuk dg makan malam, terdengar isak tangis dr sudut ruangan. Ada air mata mengalir dari gurat keriput sang kakek. Namun kata yg sering diucapkan pasangan itu omelan agar jangan menjatuhkan makanan lagi. Anak mrk yg berusia 6 th hanya melihat dlm diam.

    Suatu malam, sang ayah memperhatikn anaknya yg sedang bermain dg mainan kayu. Dengan lembut ditanyanyalah anak itu, “Kau sdg membuat apa?”
    Jwb anak itu,”Aku sdg membuat meja dan mangkuk kayu untuk ayah dan ibu jk aku besar nanti. Nanti akan aku letakkan disudut dekat meja tmpt kakek makan”. Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya. Jawaban itu membuat suami istri itu terpukul. Mereka tak mampu berkata kata lagi. Airmata mengalir di pipi mereka. Walaupun tanpa kata2, kedua org ini mengerti ada sesuatu yg hrs diperbaiki.

    Malam itu juga mereka menuntun sang kakek untuk makan malam bersama di meja makan. Tidak ada lagi omelan pada saat piring jatuh, atau saat makanan tumpah di meja. Kini mrk makan bersama lagi di meja utama.

    Fren, marilah kita selalu memberi teladan yg baik utk orang2 disekitar kita. Krn itu adalah tabungan masa depan kita

    -NN-

     
  • Redaksi 6:00 am pada 8 December 2009 Permalink | Balas
    Tags: Family   

    Grandpa and Grandma 

    Sepasang kakek-nenek datang ke restoran Mc Donald dengan saling menuntun. Mereka duduk disebuah bangku panjang berdua, disamping ferry.

    Si kakek segera berdiri dan memesan makanan, sebuah hamburger, seporsi kentang goreng dan segelas minuman.

    Setelah itu kembali duduk, membagi hamburger jadi 2 bagian, menghitung kentang goreng dengan cermat dan membagi adil dengan si nenek, kemudian mengambil dua sedotan, menaruh gelas minuman tepat ditengah meja.

    Ferry memperhatikan tingkah sepasang kakek-nenek itu dengan salut & kagum, pikirnya.”Wah sudah tua-tua begitu masih bisa saling berbagi & mengasihi..sungguh patut dijadikan contoh.
    “Si kakek kemudian mulai makan bagiannya, sementara si nenek hanya memperhatikan.

    Ferrypun merasa kasian, akhirnya mendekat sembari menyodorkan kentangnya yang Super Size dan berkata:
    “Kek ambillah ini.”

    Si Kakek jawab: “Tidak usah terima kasih..kami selalu berbagi makanan yang sama”.

    Sampai si kakek selesai makan, mengelap mulut dengan tissue, si nenek masih saja menunggu tanpa menyentuh makanan bagiannya.

    Ferrypun mendekat lagi, kali ini berkata:
    “Nek, boleh saya belikan makanan yang lain, mungkin nenek tidak suka yang ini?
    “Si Nenek jawab: “Tidak terimakasih.
    “Lalu Ferry bertanya lagi, “Kalau begitu kenapa makanannya tidak dimakan, katanya kalian suka berbagi?
    “Kata si Nenek, “NENEK SEDANG MENUNGGU GIGI. GANTIAN SAMA KAKEK!

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.