Tagged: Hidup RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • Redaksi 5:07 am pada 17 February 2011 Permalink | Balas
    Tags: Harapan, Hidup   

    Jangan Menyerah 

    Dari seorang teman :

    Ketika begitu banyak kegelisahan menggelembung menjadi satu dan memenuhi isi kepalamu….
    Ketika kau tak tahu harus berbuat apa sementara begitu banyak persoalan menghantammu sekaligus…
    Ketika seolah kau kehilangan keyakinanmu untuk berdiri tegar di antara semua badai kehidupan yang terjadi…

    Bertahanlah satu hari lagi…
    Jangan menyerah hari ini…
    Karena kau tak pernah tahu apa yang esok hari akan tawarkan.

    Bertahanlah satu hari lagi di dalam iman…
    Bertahanlah satu hari lagi di dalam doa…
    Bertahanlah satu hari lagi bersama-Nya…

    Dengan demikian akan kaudapati…
    Kau sudah jalani hari-hari bersama-Nya…
    Kau sudah jalani mingu demi minggu…
    Bulan demi bulan…
    Tahun demi tahun…
    Dalam penyelenggaraan-Nya…

    Jangan menyerah karena keadaan hari ini…
    Karena kau tak pernah tahu,
    Rencana masa depan macam apa yang sudah disiapkan-Nya bagimu…

    From a best friend…(NN)

     
  • Redaksi 1:21 am pada 17 February 2011 Permalink | Balas
    Tags: Bersyukur, Hidup,   

    Kisah Anak Buta 

    Sebuah kisah yg sangat Inspiratif walaupun butuh proses utk benar2 paham :)

    Seorang anak buta duduk bersila di sebuah tangga pintu masuk pada sebuah supermarket. Yup, dia adalah pengemis yg mengharapkan belas kasihan dari para pengunjung yg berlalu lalang di depannya. Sebuah kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dg hanya bbrp keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yg bertuliskan “Saya buta, kasihanilah saya.”

    Ada Seorang pria yg kebetulan lewat di depan anak kecil itu. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan bbrp keping uang receh, lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu. Sejenak, pria itu memandang & memperhatikan tulisan yg terpampang pada papan. Seperti sdg memikirkan sesuatu, dahinya mulai bergerak-gerak.

    Lalu pria itu meminta papan yg dibawa anak itu, membaliknya, d& menuliskan bbrp kata di atasnya. Sambil tersenyum, pria itu kemudian mengembalikan papan tsb, lalu pergi meninggalkannya.

    Sepeninggal pria itu, uang recehan pengunjung supermarket mulai mengalir lbh deras ke dalam kaleng anak itu. Kurang dari 1 jam, kaleng anak itu sdh hampir penuh. Sebuah rejeki yg luar biasa bagi anak itu.

    Bbrp waktu kemudian pria itu kembali menemui si anak lalu menyapanya. Si anak berterima kasih kepada pria itu, lalu menanyakan apa yg ditulis sang pria di papan miliknya.

    Pria itu menjawab, “Saya menulis, ‘Hari yg sangat indah, tetapi saya tdk bisa melihatnya’.

    Ia melanjutkan, “Saya hanya ingin mengutarakan betapa beruntungnya orang msh bisa melihat. Saya tidak ingin pengunjung memberikan uangnya hanya sekedar kasihan sama kamu. Saya ingin mereka memberi atas dasar terima kasih krn telah diingatkan utk selalu bersyukur.”

    Pria itu melanjutkan kata-katanya, “Selain utk menambah penghasilanmu, saya ingin memberi pemahaman bahwa ketika hidup memberimu 100 alasan utk menangis, tunjukkanlah bahwa msh ada 1000 alasan utk tersenyum.”

    Dalam kegelapanlah, kita mampu menikmati indahnya cahaya

    -kiriman dr Suwito-

     
  • Redaksi 11:54 pm pada 6 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: Hidup   

    Hidup 

    Selamat membaca…

    Hidup hanya sekejap, maka:

    Hati2 dng PIKIRAN2mu, karena akan menjadi KATA2mu.

    Hati2 dng KATA2mu, karena akan menjadi TINDAKAN2mu.

    Hati2 dng TINDAKAN2mu, karena akan menjadi KEBIASAAN2mu.

    Hati2 dng KEBIASAAN2mu, karena akan menjadi KARAKTERmu.

    Hati2 dng KARAKTERmu, karena akan menjadi TAKDIRmu.

    Jika tidak hati2 TAKDIRmu berakhir menyedihkan…

    Jadikan hidupmu lebih berarti.

    Hidup ini sangat singkat, cintai orang2 disekelilingmu, cintai org2 yg mencintaimu.

    ‎​​​​Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, Bunga selalu mekar, dan Mentari selalu bersinar..,
    Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, Senyum di setiap air mata, Berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap do’a.
    Jangan pernah menyerah sahabat, Terus berjuanglah, Life is so beautiful.Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan perjalanan, nikmatilah ‎​‎​

    NN

     
  • Redaksi 3:04 am pada 8 May 2010 Permalink | Balas
    Tags: Hidup, keajaiban, Murid   

    Keajaiban Dunia 

    ‎​7 Keajaiban Dunia

    Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh Keajaiban Dunia.” Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan “Tujuh Keajaiban Dunia” saat ini.

    Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi;
    1) Piramida
    2) Taj Mahal
    3) Tembok Besar Cina
    4) Menara Pisa
    5) Kuil Angkor
    6) Menara Eiffel
    7) Kuil Parthenon

    Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

    Gadis pendiam itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya.” Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.”

    Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir, “Tujuh Keajaiban Dunia” adalah,
    1) Bisa melihat,
    2) Bisa mendengar,
    3) Bisa menyentuh,
    4) Bisa menyayangi,

    Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan,
    5) Bisa merasakan,
    6) Bisa tertawa,
    7) Dan, bisa mencintai

    Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk
    melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban”. Sementara
    kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita
    menyebutnya sebagai “biasa”. Semoga anda hari ini diingatkan tentang
    segala hal yang betul betul ajaib dalam kehidupan anda.

    NN

     
  • Redaksi 3:00 am pada 8 May 2010 Permalink | Balas
    Tags: Hidup,   

    Hidup adalah Pilihan 

    HIDUP ADALAH PILIHAN

    Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”

    Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

    Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”

    Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

    Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.

    Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup.

    Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah.

    Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.

    “Bukalah setiap pintu kesempatan yang datang mengetuk, sebab, siapa tahu, pintu itu tak mengetuk dua kali.”

    NN

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.