Belalang
Untuk para sahabat terkasih:
Suatu hari, di negeri antah berantah, hiduplah seekor belalang muda. Ia selama ini tinggal di dalam sebuah kotak kecil, yg telah menjadi satu-satunya langit yg pernah ia kenal sejak lahir.
Pada suatu hari, ia merasakan getaran hebat & tiba2 ia merasa langitnya runtuh. Ternyata baru saja terjadi gempa bumi, yg membuat kotak kecil tsb terjatuh dari atas meja penyimpanannya.
Begitu kotak itu terjatuh, maka tutup yg selama ini mengurung si belalang, ikut terbuka. Baru pertama kali itu, ia melihat luasnya langit yg sesungguhnya. Gembira, takjub, &terpesona, ia-pun melompat-lompat menikmati dunia barunya.
Di perjalanan, dia bertemu dg sekumpulan belalang lain. Namun, dia heran, mengapa mereka semua bisa melompat begitu tinggi, jauh, & cepat?
Dengan terengah-engah, ia mengikuti mereka, karena ia tidak ingin berkelana sendirian. Seekor belalang yg tampak seusia, melihatnya dg kasihan, lalu bertanya: “Kamu sakit tah? Koq tampaknya gak kuat mengikuti kami?”
Ia menjawab sambil mengatur nafas: “kalian koq cepat sekali? Jauh dan tinggi lompatnya. Aku gak isa. Padahal kita gak beda jauh usia maupun bentuk tubuh?”
Temannya heran: “loh, biasa aja. Standard koq. Semua belalang yg tinggal di alam bebas ini, ya, seperti ini. Kamu tinggal di mana selama ini?”
Belalang malang itu baru tersadar, bahwa selama ini langit kecilnya itulah, yang membuat lompatannya tidak sejauh&setinggi belalang lain dari alam bebas.
Renungan: The truth is out there. So are lies.
Jangan pernah berkata, “Aku Percaya” berdasarkan apa yang dipercayai/ dituntut orang lain kepadamu.
Tapi “Percaya”lah dengan segala kebebasanmu sebagai individu sejati. And you’ll understand, that you have more than enough to be the best of you. O:)
Salam hangat:
Suwito HP
A beautiful article, deasy. You really did a great job here. ^_^